Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umroh (KBIHU) Aisyiyah Kota Surakarta
Dokumen
Wudlu
Dasar hukum
Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan shalat, maka basuhlah wajahmu dan tanganmu sampai ke siku, dan sapulah kepalamu serta basuhlah kakimu sampai mata kaki.” [QS. Al-Ma’idah: 5:6]
Selain itu, terdapat juga hadis Nabi SAW: “Allah tidak menerima shalat seseorang bila ia berhadats sampai ia berwudu.” (HR. Al-Bukhari, Muslim, Tirmidzi, Abu Daud, dan Ahmad).
Tata cara berwudlu:
1) Niat berwudu karena Allah dengan mengucapkan bismillah.
Rasulullah bersabda, “Tidak ada wudhu bagi orang yang tidak menyebut nama Allah” (HR. Nasa’i dan Ibn Khuzaimah), dilanjutkan Membasuh kedua telapak tangan tiga kali, serta menyela-nyelai jari-jemari. Rasulullah bersabda, “Sempurnakanlah wudhu dan sela-selailah jemari tangan…” (HR. Tirmidzi, Nasa’i, Abu Daud).
2-3) Berkumur-kumur dan memasukkan air ke hidung, lalu menyemburkannya tiga kali. Dari Abdullah bin Zaid RA, “Setelah Nabi SAW membasuh kedua tangannya, beliau berkumur-kumur dan memasukkan air ke hidung, lalu menyemburkannya tiga kali” (HR. Muttafaq ‘alayh).
4) Membasuh wajah tiga kali secara merata. Membasuh wajah dengan menyapu seluruh bagian secara menyeluruh, termasuk bagian dalam mata.
5) Membasuh kedua tangan hingga siku tiga kali. Rasulullah membasuh tangan kanan hingga siku tiga kali, kemudian tangan kiri dengan cara yang sama.
6-7) Mengusap kepala satu kali, serta telinga. Mengusap seluruh kepala, bukan hanya sebagian. “Nabi SAW mengusap kepalanya sekaligus telinga dengan satu kali usapan” (HR. Abu Dawud)
8) Membasuh kaki hingga mata kaki, menyela-nyelai jemari kaki tiga kali. “Rasulullah SAW membasuh kaki kanan hingga kedua mata kaki tiga kali, kemudian kaki kiri dengan cara yang sama.” (HR. Muttafaq ‘alayh dari Humran).
9) Melakukan semua langkah dengan tertib. Para ulama sepakat bahwa tertib dalam melaksanakan wudu adalah sunnah yang ditekankan oleh Nabi. Setelah wudhu, Rasulullah menganjurkan untuk membaca syahadat Rasulullah SAW sangat menekankan kesempurnaan dalam wudu, sebagaimana dijelaskan oleh Umar bin Khattab RA: “Seseorang datang kepada Nabi SAW setelah berwudu, tetapi ia meninggalkan sebagian kecil telapak kakinya tidak terkena air. Maka Nabi SAW bersabda, ‘Kembalilah dan sempurnakan wudumu!‘” (HR. Abu Dawud, Ibn Majah, dan Ahmad).