Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umroh (KBIHU) Aisyiyah Kota Surakarta
Dokumen
Tuntunan Shalat
Pada pembelajaran ini, kita akan mensimulasikan cara melaksanakan “shalat isyak” untuk menggambarkan urutan dan bacaan doanya sesuai sunnah Rosulullah SAW.
RAKAAT PERTAMA (1)
Langkah 1
Setelah berwudlu dan berniat ibadah shalat secara Ikhlas karena Allah SWT, kita berdiri menghadap kiblat dengan pandangan ke arah tempat sujud dan mengangkat kedua belah tangannya sambil melafalkan Allahu Akbar (takbiratul-ihram) secara keras (jahr). Langkah 1 diilustrasikan dengan posisi A.
Langkah 2
Bersedekap, yang mana telapak tangan kanan memegang hasta kiri dengan pergelangan tangan kanan menempel pergelangan tangan kiri, serta meletakkannya di atas dada. Selama bersedekap (posisi B), kita berdoa secara berurutan mulai dari iftitah dan taawudz (isti’adzah) yang lafalkan secara lirih(sir), diikuti bacaan Al-Fatihah dan ayat-ayat dari Al Qur’an yang dilafalkan secara jahr.
2a. Doa Iftitah.
Ada beberapa doa iftitah yang pernah dikerjakan Rosulullah SAW, diantaranya Allahumma baid; Wajjahtu atau Allahu akbar kabira yang doanya sebagai berikut:
2b. Bacaan Taawudz (Isti’adzah)
Bacaan ta'awudz merupakan ucapan mohon perlindungan kepada Allah SWT dari segala kejahatan makhluk. Rosulullah SAW membaca taawudz sebelum basmallah dalam shalat di setiap rakaatnya
2c. Al-Fatihah
Bacaan Al-Fatihah merupakan satu rukun dalam shalat, sehingga tidak sah tanpa membacanya. Rosulullah SAW membaca surat Al-Fatihah dan lainnya dengan menggerakkan lisannya, bukan hanya dalam hati. Nabi SAW melafalkan ayat demi ayat dan tidak disambung. Imam dan makmum melafalkan aamiin begitu selesai al-Fatihah, yang memberikan makna permohonan terkabulnya doa
2d. Bacaan ayat-ayat dari Al Qur’an (misal QS Al-Kaafirun)
Langkah 3
Setelah menyelesaikan bacaan ayat atau surat dari Al Qur’an, selanjutnya mengangkat kedua tangan seperti saat takbiratul-ihram sambil bertakbir (posisi A), dan kemudian rukuk (posisi C). Saat rukuk, jari-jari tangan direnggangkan sambil memegang lutut seraya berdoa rukuk.
Langkah 4
Usai rukuk, kita bangkit untuk berdiri dengan mengangkat tangan (posisi A) sambil mengucapkan sami-‘allahu-liman hamidah, kemudian melepaskan kedua tangan untuk mengambil berdiri iktidal sembari berdoa robbana walakal hamdu (posisi D)
Langkah 5
Selanjutnya takbir dan bergerak mengambil posisi sujud (posisi E). Rosulullah SAW menempelkan ketujuh tulang ketika sujud, yaitu kening (dahi-hidung), dua telapak tangan, dua lutut, dan dua ujung kaki. Posisi kedua tangan direnggangkan dari lambung. Doa yang dilafalkan Ketika sujud di antaranya
Langkah 6
Bangkit dari sujud sambil bertakbir untuk mengambil posisi duduk iftirasy, yaitu duduk diantara dua sujud (posisi F). Duduk iftirasy dilakukan dengan menjulurkan telapak kaki kiri ke kanan dan pantat duduk di atasnya, sementara telapak kaki kanan ditegakkan dengan jari-jari kaki ditekuk dan ujungnya mengarah ke kiblat
Langkah 7
Bertakbir untuk mengambil posisi sujud kembali seperti langkah 5 (posisi E), dengan bacaan doa yang sama. Doa kita pilih yang telah dikuasai agar kita mampu memaknai dan menjiwai setiap tahapan ibadah shalat.
RAKAAT KEDUA (2)
Langkah 8
Begitu sujud kedua selesai, kita bangun dari sujud sambil bertakbir untuk mengambil posisi duduk sejenak (seperti duduk iftirasy) dan selanjutnya berdiri seperti langkah 2 (posisi B). Pada rakaat kedua kita tidak perlu lagi membaca doa iftitah, namun langsung Taawudz, bacaan Al Fatihah dan surat/ayat-ayat Al-Quran hingga langkah 7. Kita sebaiknya memilih bacaan surat atau ayat-ayat Al-Quran yang dihapal dan dipahami maknanya
8a. Bacaan ayat-ayat dari Al Qur’an (misal QS Al-Ikhlas)
8b. Gerakan (rukuk, iktidal, sujud pertama, duduk iftirasy, sujud kedua) dan bacaan-bacaannya sama seperti rakaat pertama
Langkah 9
Setelah sujud kedua pada rakaat kedua, kita bangkit sambil takbir dan mengambil posisi duduk iftirasy (posisi G) untuk melakukan Tasyahud awwal. Jari telunjuk diarahkan ke kiblat. Bacaan doa terdiri dari tasyahud awal, shalawat dan doa yang diajarkan Rosulullah SAW
9a. Bacaan Tasyahud
9b. Shalawat
9c. Doa-doa Pilihan
RAKAAT KETIGA (3)
Langkah 10
Selesai tasyahud awwal, kita bangun mengangkat kedua tangan sambil bertakbir (posisi A) dan kemudian mengambil posisi berdiri seperti langkah 2 (posisi B). Pada rakaat ketiga kita tidak perlu lagi membaca doa iftitah, namun langsung Taawudz dan bacaan Al Fatihah serta melaksanakan hingga langkah 7. Gerakan (rukuk, iktidal, sujud pertama, duduk iftirasy, sujud kedua) dan bacaan-bacaannya sama seperti pada rakaat pertama atau kedua
RAKAAT KEEMPAT (4)
Langkah 11
Setelah sujud kedua pada rakaat ketiga, kita bangun sambil bertakbir untuk mengambil posisi berdiri seperti langkah 2 (posisi B). Pada rakaat keempat kita tidak perlu lagi membaca doa iftitah, namun langsung Taawudz dan bacaan Al Fatihah serta melaksanakan hingga langkah 7. Gerakan (rukuk, iktidal, sujud pertama, duduk iftirasy, sujud kedua) dan bacaan-bacaannya sama seperti pada rakaat pertama, kedua atau ketiga
Langkah 12
Setelah sujud kedua pada rakaat keempat, kita bangkit sambil takbir dan mengambil posisi duduk tawarruk (posisi H) untuk melakukan Tasyahud akhir. Bacaan doa terdiri dari tasyahud akhir, shalawat dan doa mohon perlindungan sebagaimana diajarkan Rosulullah SAW. Tasyahud akhir dan shalawat bacaannya sama persis dengan Langkah 9a dan 9b, dilanjutkan doa sebagai berikut
Langkah 13
Shalat diakhiri dengan salam menoleh ke kanan (posisi I) dan ke kiri (posisi J)
PENJELASAN
Shalat Dhuhur dan Asar
Cara melaksanakan shalat dhuhur dan asar mengikuti cara shalat isyak. Bacaan Al-Fatihah dan Surat/Ayat-ayat dari Al Qur'an dilafalkan sir pada semua rakaat.
Shalat Maghrib
Cara melaksanakan shalat maghrib bisa mengikuti cara shalat isyak dan mengurangi satu rakaat terakhir. Bacaan Al-Fatihah dan Surat/Ayat-ayat dari Al Qur'an pada rakaat pertama dan kedua dilafalkan jahr.
Shalat Subuh
Cara melaksanakan shalat subuh bisa mengikuti cara shalat isyak, dengan mengurangi jumlah rakaat menjadi dua saja. Bacaan Al-Fatihah dan Surat/Ayat-ayat dari Al Qur'an pada rakaat pertama dan kedua dilafalkan jahr. Tidak ada tasyahud awwal pada shalat subuh, sehingga setelah dua rakaat langsung duduk tawarruk untuk tasyahud akhir.
Sumber: Himpunan Putusan Tarjih Muhammadiyah 3 - Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah