Persiapkan Mental Menjelang Haji 1448 H, KBIHU Aisyiyah Surakarta Hadirkan Psikolog

SOLO [17/08/2026] — Keberangkatan jemaah haji ke tanah suci tidak hanya menuntut kesiapan fisik, dana, dan kelengkapan dokumen. Persiapan mental dan spiritual menjadi faktor penting agar ibadah haji berlangsung lancar dan khusyuk. Banyak calon jemaah yang secara materi sudah siap, namun kaget dan stres ketika menghadapi padatnya jadwal, antrean panjang di tengah cuaca ekstrem, serta membayangkan perjalanan hidup dengan jutaan orang dari berbagai negara. Muncul rasa was-was dalam hati, apalagi belum pernah memiliki pengalaman bepergian jauh.

Dalam ceramahnya, Setyo Purwanto selaku psikolog, menyampaikan ” Rangkaian ibadah haji memang menjadi ujian kesabaran dan keikhlasan. Perjalanan wukuf di Arafah, lempar jumrah, hingga tawaf yang terkadang penuh berdesak-desakan, semuanya bisa memicu emosi jika mental tidak dipersiapkan dengan hati yang lapang. Di sana kita tidak bisa egois. Harus belajar mengalah, memaafkan, dan menerima keadaan. Kalau mentalnya rapuh, ibadahnya bisa terganggu dan pulang hanya membawa banyak kekecewaan”.

Oleh karena itu, materi bimbingan di KBIHUA dan kelas manasik tidak hanya berisi praktik rukun haji, tetapi juga belajar mengenai penguatan kejiwaan. Calon jemaah dilatih manajemen stres, komunikasi positif, pengendalian emosi, serta pemahaman bahwa ujian selama haji adalah bagian dari proses menggugurkan dosa. Selain itu, jemaah juga diajak memahami perbedaan agar bisa menghargai sesama jemaah dengan mazhab dan budaya berbeda.

KBIHU Aisyiyah Surakarta berharap dengan bekal mental yang kuat, para jemaah bisa fokus beribadah, terhindar dari konflik, dan pulang membawa predikat haji mabrur. Tujuan akhirnya bukan hanya selesai berhaji, tapi ada perubahan akhlak yang lebih baik setelah kembali ke tanah air, yang akan memberikan pencerahan kepada masyarakat.

Reporter: Zul