KBIHU Aisyiyah Kota Surakarta Bangun Kebersamaan Jemaah Calon Haji 1448 H

SOLO [23/08/2026] — Sejak awal agenda bimbingan manasik haji, KBIHU Aisyiyah Surakarta menekankan pentingnya membangun keakraban antar jamaah haji sebagai pondasi utama menuju kemabruran. Kebersamaan ini sengaja dibangun sejak jauh hari sebelum keberangkatan ke tanah suci. Kebersamaan jemaah tidak hanya saat di tanah suci, namun dimulai sejak persiapan di tanah air hingga kepulangan kembali ke tanah air. Haji bukanlah perjalanan sendiri semata. Kita perlu tim yang solid untuk saling menguatkan.

Persiapan di Tanah Air
Tahap persiapan di tanah air menjadi momen awal menumbuhkan kekompakan. Melalui bimbingan manasik, senam kebugaran, hingga kegiatan sosial bersama, para calon jamaah diajak saling mengenal latar belakang dan kondisi kesehatan masing-masing jemaah. Nanti kita juga akan membentuk kelompok bimbingan kecil agar jemaah lebih mudah berkoordinasi dan saling mengingatkan dalam beribadah, cek kesehatan, serta pelunasan. Suasana kekeluargaan ini diharapkan mengurangi kecemasan dan membangun rasa saling percaya sebelum berangkat berhaji.

Keberangkatan & perjalanan jauh
Momen keberangkatan di asrama haji dan bandara menjadi ujian pertama kebersamaan. Jemaah dibimbing untuk saling membantu, menjaga lansia dan kaum disabilitas, dan memastikan tidak ada anggota kelompok yang tertinggal. Tim dari KBIHU Aisyiyah hadir mendampingi penuh, mengingatkan jadwal, dan menjadi jembatan komunikasi dengan petugas kloter. Di sinilah kita belajar sabar dan tolong-menolong. Satu tertinggal, kita tunggu. Satu kesulitan, kita bantu.

Di Arab Saudi di tengah cuaca yang panas
Setibanya di Arab Saudi, tantangan terbesar adalah cuaca yang menyengat dan padatnya aktifitas beribadah. Di sinilah semangat bahu membahu paling terasa. Jemaah saling mengingatkan waktu shalat, berbagi informasi, dan persiapan tenaga saat wukuf di Arafah, mabit di Muzdalifah, hingga lempar jumrah. Kita saling ingatkan kondisi kesehatan dan memastikan semua anggota bisa menjalankan rukun haji dengan baik. Kebersamaan ini menjadi penguat fisik dan mental di tengah kondisi yang melelahkan.

Kepulangan dan setelah kembali di tanah air
Perjalanan pulang ke tanah air juga harus dijaga kekompakannya. Jemaah saling membantu mengurus bagasi, mendampingi yang kelelahan, dan senantiasa menghadirkan Allah SWT dalam diri kita. KBIHU Aisyiyah mengingatkan agar semangat ibadah dan persaudaraan yang terjalin di tanah suci tidak berhenti di bandara. Bawa pulang bukan hanya oleh-oleh, tapi juga akhlak dan komitmen untuk terus menjaga silaturahim.

Setibanya di tanah air, KBIHU Aisyiyah melanjutkan pembinaan pasca haji melalui majelis taklim, kegiatan sosial, dan reuni jemaah. Tujuannya agar tim yang sudah terbentuk tetap solid dan menjadi agen kebaikan di masyarakat. Dengan semangat haji mabrur, para alumni diharapkan bisa menebarkan nilai toleransi, peduli lingkungan, dan gotong royong. Mabrur itu terlihat dari setelahnya. Kalau ukhuwah kita kuat, insya Allah ibadah kita maqbul.

Reporter: Bang ME