Surakarta — KBIHU ‘Aisyiyah Surakarta menggelar pertemuan dengan jamaah calon haji tahun 2026 pada Jumat, 17 April 2026 bertempat di Gedung pertemuan KBIHU Aisyiyah Surakarta Jl. Imam Bonjol No.39, Keprabon, Banjarsari, Kota Surakarta.
Kegiatan ini digelar untuk memantau kesiapan jamaah calon haji yang akan berangkat tgl. 9 Mei 2026. Hadir dalam acara ini tim kloter 54 SOC, yang terdiri dari unsur pembimbing, petugas kloter dan tim kesehatan. Tampak hadir, di antaranya Arif Anshori (Pembimbing Ibadah Kloter), dr. Celli Septiana (Dokter Kloter), Aryanti (Perawat Kloter), dr. Jauhar Arty Asriani (Petugas Haji Daerah). Kegiatan didampingi Marwan Effendy selaku pembimbing ibadah KBIHU, Ustadz H. Agus Thontowi Mahdi sebagai ketua KBIHU, serta para pengurus KBIHU ‘Aisyiyah Surakarta.
Dalam arahanya, selaku dokter kloter, dr. Celli Septiana mengingatkan kembali dokumen penting yang perlu dibawa selama perjalanan haji, seperti 1) lembar obat yang telah disahkan dokter dari puskesmas dimana JCH berdomisili, 2) sertifikat vaksin covid 3) vaksin folio & meningitis, 4) identitas BPJS kesehatan, dan 6). Surat yang menerangkan adanya pendamping bagi JCH yang tidak memiliki keluarga pendamping, namun memerlukan pendamping. Bagi JCH yang membawa kursi roda atau alat bantu, harap disiapkan penanda yang tidak mudah hilang.
Tim dokter juga memberikan kesempatan untuk konsultasi terkait kondisi kesehatan jemaah haji. JCH didampingi sepenuh hati, dengan harapan bisa lancar melaksanakan rangkaian ibadah haji dan menggapai haji mabrur. Berbagai pengalaman yang pernah dilalui selama bertugas haji disampaikan untuk memberikan gambaran problematikanya di tanah suci. Di sela-sela memandu acara, Marwan Effendy mengingatkan pentingan kesehatan dan kebugaran bagi jamaah calon haji. Kita kurang bisa menikmati rangkaian ibadah haji jika kondisi badan tidak sehat. Sebagian besar ibadah haji itu melibatkan perjalanan fisik yang memperlukan daya tahan. Sementara itu, Arif Anshori selaku pembimbing kloter mengingatkan menjaga kebersamaan dan kekompakan tim. JCH harus saling peduli dengan sesama jemaah.
Pada pertemuan ini, Ustadz Thontowi, melakukan review kembali terhadap bimbingan manasik haji yang telah dilalui sebelum akhir Ramadhan lalu. Jangan sampai, adanya jeda waktu antara akhir manasik dan keberangkatan berakibat lupa dengan ilmu manasik. Oleh karena itu, JCH diingatkan untuk selalu membuka ilmu manasik haji. Alhamdulillah, KBIHU Aisyiyah saat ini terus berbenah dengan melengkapi materi manasik di laman https://kbihua.pdasolo.com/edukasi-haji/tuntunan-ibadah-haji-dan-umroh/. Dengan ikhtiar ini diharapkan JCH bisa mengakses dimanapun tempat dengan media elektronik (hp, tablet, komputer), termasuk ketika di tanah suci. Kehadiran layanan web ini melengkapi media bagi masyarakat Surakarta.
Reporter: Bang ME





