MENJAGA AKHLAK, KUNCI MERAIH HAJI MABRUR

KBIHU ‘Aisyiyah Kota Surakarta Tekankan Pentingnya Akhlak dalam Ibadah Haji

SURAKARTA – Akhlak merupakan salah satu aspek penting yang harus diperhatikan oleh setiap jamaah dalam melaksanakan ibadah haji. Selain kesiapan ilmu dan fisik, jamaah juga perlu mempersiapkan mental dan spiritual agar mampu menghadapi berbagai tantangan selama berada di Tanah Suci.

Pesan tersebut disampaikan oleh KH. Anwar Sholih dalam kegiatan manasik haji KBIHU ‘Aisyiyah Kota Surakarta pada Ahad, 25 Oktober 2026, pukul 06.00–08.00 WIB, bertempat di Gedung PDA Surakarta. Kegiatan ini diikuti sekitar 90 jamaah calon haji.

Dalam penyampaiannya, KH. Anwar Sholih mengingatkan bahwa salah satu tantangan berat dalam berhaji adalah menghadapi godaan setan yang dapat memengaruhi keikhlasan, kesabaran, dan perilaku seseorang. Oleh karena itu, jamaah perlu membekali diri dengan keikhlasan serta akhlak yang baik sejak sebelum keberangkatan.

Beliau menyampaikan beberapa akhlak penting yang perlu dibiasakan oleh jamaah haji.

Pertama, memperbanyak syukur ketika memperoleh nikmat, termasuk saat mendapatkan kemudahan dalam menjalankan rangkaian ibadah haji. Kedua, bersabar dan memperbanyak istighfar ketika menghadapi kesulitan. Ketiga, memperbanyak membaca hauqalah, yaitu lā ḥaula wa lā quwwata illā billāh, ketika menghadapi kesedihan atau keadaan yang terasa berat.

Selain itu, jamaah hendaknya menghindari perkataan dan perbuatan tidak senonoh (rafats), termasuk menjaga pandangan, menjauhi perbuatan dosa, serta tidak berbantah-bantahan. Sikap sombong juga harus dihindari karena ibadah haji menuntut kerendahan hati dan kesadaran bahwa semua manusia memiliki kedudukan yang sama di hadapan Allah.

Akhlak lainnya yang perlu dikembangkan adalah gemar membantu orang lain yang mengalami kesulitan serta membiasakan tasamuh, yakni berlapang dada, bertenggang rasa, dan menghargai orang lain. Sikap tersebut sangat diperlukan karena jamaah akan berinteraksi dengan banyak orang yang memiliki latar belakang, kebiasaan, dan karakter yang berbeda-beda.

Untuk mewujudkan akhlak yang baik selama berhaji, jamaah tidak cukup hanya memahami teori. Pembiasaan dan latihan perlu dilakukan sejak di Tanah Air. Jamaah juga dianjurkan senantiasa berdoa kepada Allah agar dibersihkan dari sifat-sifat negatif serta memperkuat kemampuan ngempet, atau mengendalikan diri, ketika menghadapi situasi yang tidak sesuai dengan harapan.

Pesan ini menjadi pengingat bahwa keberhasilan ibadah haji tidak hanya berkaitan dengan terlaksananya rangkaian manasik, tetapi juga dengan kemampuan menjaga perilaku, menahan emosi, menghormati sesama, dan memperbanyak amal kebaikan.

Melalui kegiatan manasik ini, KBIHU ‘Aisyiyah Kota Surakarta berharap para calon jamaah haji semakin siap, tidak hanya dari sisi pengetahuan tentang tata cara ibadah, tetapi juga dari sisi mental, spiritual, dan akhlak, sehingga dapat menjalankan ibadah dengan baik serta meraih predikat haji yang mabrur.

Reporter: M. Abd

Apa yang bisa kami bantu?
Siap Memulai Perjalanan Suci Anda?
Percayakan perjalanan spiritual Anda kepada kami dengan layanan terbaik dan penuh amanah.